Nilai Ekspor Timah Babel Meningkat, Hilirisasi Produk Turunan Perlu Dikembangkan
Bangka – Nilai ekspor Bangka Belitung pada Juli 2026 sebesar US$264,11 juta, atau naik sebesar 80,92 persen dibanding Juli 2025.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Sugeng Arianto mengatakan untuk ekspor timah pada Juli 2026 mencapai US$228,04 juta.
Jika dibandingkan tahun sebelumnya year on year (y on y), pada Juli 2025 nilai ekspor timah US$120,90 juta, naik sebesar 88,61 persen.
“Tidak bisa tidak ya, sektor non timah juga harus bergerak. Mudah-mudahan dibarengi hilirisasi produk ekspor tidak hanya timah mentah saja. Perlu turunan industri berbasis timah,” kata Sugeng Arianto.
Ia mengatakan, kegiatan ekspor sejauh ini tidak mengalami masalah karena produksi tetap berjalan dan tidak terganggu.
Negara tujuan ekspor juga masih stabil, dengan pasar utama berada di negara-negara tetangga, seperti Tiongkok, Korea Selatan hingga India.
“Ya ekspor tidak ada masalah, produksi tidak terganggu negara tujuan ekspor stabil utama masih berada di negara tetangga kita,”ujarnya.
Selain itu, tidak terdapat gangguan eksternal yang signifikan, berbeda apabila kondisi di kawasan Timur Tengah.
“Tujuan ekspor tidak banyak persoalan dan distibusi pasar ekspor tetap terbuka,” katanya.
Sementara untuk nilai impor Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bulan Juli 2026 sebesar US$1,07 juta.
Nilai impor Januari-Juli 2026 sebesar US$18,17 juta, mengalami peningkatan sebesar 304,68 persen dibandingkan dengan periode yang sama Januari–Juli 2025 (c to c).
Neraca perdagangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada bulan Juli 2026 mengalami surplus sebesar US$263,03 juta.