Industri Timah Nasional Berpeluang Kembangkan Logam Tanah Jarang, Hilirisasi Jadi Kunci
JAKARTA – Pengembangan logam tanah jarang (LTJ) atau rare earth elements (REE) dinilai dapat membuka peluang baru bagi industri pertambangan timah nasional. Potensi tersebut menjadi salah satu perhatian dalam kunjungan finalis MediaMIND ke fasilitas operasional PT TIMAH Tbk di Kundur Area, Kepulauan Riau, untuk melihat secara langsung proses bisnis pertambangan mulai dari kegiatan penambangan hingga pengolahan bijih timah.
Kunjungan yang berlangsung pada 23 Oktober 2026 tersebut memberikan gambaran mengenai luasnya rantai kegiatan industri timah, termasuk penerapan praktik pertambangan yang baik atau good mining practice. Selain meninjau proses produksi, para peserta juga memperoleh pemahaman mengenai peluang pengembangan komoditas turunan dan peningkatan nilai tambah melalui hilirisasi, salah satunya potensi pemanfaatan logam tanah jarang.
Finalis MediaMIND dari RMOL Sumsel, Yosep Indra Praja, mengatakan bahwa pengelolaan pertambangan timah tidak hanya terbatas pada aktivitas pengambilan bijih dari wilayah tambang. Menurutnya, penerapan good mining practice harus mencakup keseluruhan proses bisnis, mulai dari kegiatan hulu hingga tahapan pengolahan dan pemurnian di sektor hilir.”Penerapan good mining practice oleh PT Timah terbukti bukan hanya berkaitan dengan aktivitas penambangan, tetapi mencakup keseluruhan proses bisnis dari hulu hingga hilir,” kata Yosep, dikutip Rabu (4/11/2026).
Ia menilai, rangkaian kegiatan yang diperlihatkan selama kunjungan menunjukkan bahwa industri timah memiliki cakupan usaha yang cukup luas. Di samping kegiatan produksi dan pengolahan, terdapat peluang pengembangan komoditas lain yang dapat memperkuat prospek industri pertambangan nasional pada masa mendatang.
Salah satu aspek yang menarik perhatiannya adalah potensi pengembangan logam tanah jarang. Komoditas tersebut dinilai berpeluang menjadi bagian dari pengembangan bisnis industri timah, sehingga membuka ruang bagi peningkatan pemanfaatan sumber daya mineral dan penciptaan nilai tambah.
Meninjau Proses Pertambangan hingga Pemurnian Timah
Dalam rangkaian kunjungan tersebut, para finalis MediaMIND berkesempatan menyaksikan secara langsung aktivitas penambangan timah lepas pantai yang dilakukan PT TIMAH di wilayah Kundur Area. Mereka mengunjungi Kapal Isap Produksi (KIP) 88 dan KIP 20 untuk memperoleh gambaran mengenai pelaksanaan kegiatan penambangan di wilayah perairan.
Selama peninjauan, para peserta mendapatkan penjelasan mengenai tahapan operasional penambangan, penggunaan fasilitas produksi, serta pengelolaan wilayah pertambangan laut. Penjelasan disampaikan oleh Department Offshore Mining Kundur Area PT TIMAH, Zulfikar.
Pengamatan terhadap kegiatan penambangan tersebut memberikan pemahaman mengenai proses produksi timah di sektor hulu, termasuk berbagai aspek teknis yang diperlukan dalam pelaksanaan kegiatan pertambangan lepas pantai.
Setelah melihat aktivitas penambangan, rombongan melanjutkan kunjungan ke fasilitas pengolahan dan pemurnian bijih timah di Kundur Area. Pada tahap ini, peserta diperkenalkan dengan proses lanjutan untuk menghasilkan produk timah melalui kegiatan pengolahan bahan baku hasil penambangan.
Kunjungan tersebut melengkapi agenda sebelumnya di PT Timah Industri, tempat para finalis memperoleh penjelasan mengenai proses hilirisasi serta upaya pengembangan nilai tambah komoditas timah. Melalui rangkaian kegiatan tersebut, peserta dapat melihat keterkaitan antara aktivitas penambangan, pengolahan, pemurnian, hingga pengembangan industri hilir.
Pemahaman terhadap seluruh rantai bisnis tersebut menjadi penting untuk melihat prospek industri timah secara lebih menyeluruh. Tidak hanya dari sisi produksi bahan tambang, tetapi juga dari kemampuan perusahaan mengembangkan produk bernilai tambah dan mengoptimalkan potensi sumber daya mineral yang tersedia.
MediaMIND Perluas Pemahaman Jurnalis tentang Industri Pertambangan
Head of Institutional Relations MIND ID, Selly Adriatika, menjelaskan bahwa MediaMIND dirancang tidak sekadar sebagai kompetisi karya jurnalistik. Program tersebut juga menjadi sarana pembelajaran bagi para jurnalis untuk memahami secara langsung kegiatan operasional perusahaan pertambangan, proses hilirisasi, serta kontribusi industri terhadap pembangunan nasional.
Melalui kunjungan lapangan, peserta diharapkan memperoleh perspektif yang lebih komprehensif mengenai pengelolaan sumber daya mineral. Pengalaman tersebut juga memberikan kesempatan bagi jurnalis untuk melihat berbagai tantangan dan peluang yang dihadapi perusahaan dalam menjalankan kegiatan usaha secara bertanggung jawab.”Melalui kegiatan ini, kami ingin membuka ruang yang lebih luas bagi para jurnalis untuk melihat secara langsung bagaimana sektor pertambangan dijalankan, bagaimana proses hilirisasi dilakukan, serta bagaimana perusahaan berupaya menghadirkan manfaat bagi masyarakat dan daerah,” kata Selly.
Menurutnya, pemahaman langsung terhadap proses bisnis pertambangan dapat memperkaya sudut pandang jurnalis dalam menyampaikan informasi kepada publik. Dengan demikian, pemberitaan mengenai industri pertambangan tidak hanya berfokus pada aktivitas produksi, tetapi juga mencakup pengembangan industri hilir, pengelolaan lingkungan, dan dampak ekonomi bagi masyarakat.
Program MediaMIND juga menjadi ruang interaksi antara perusahaan dan insan media untuk memperkenalkan berbagai aspek pengelolaan sumber daya mineral. Melalui kegiatan tersebut, MIND ID berupaya mendorong pemahaman yang lebih luas mengenai peran industri pertambangan dalam mendukung perekonomian nasional.
Program Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat Turut Menjadi Perhatian
Selain meninjau kegiatan produksi dan pengolahan timah, para finalis MediaMIND juga mendapatkan kesempatan untuk melihat berbagai program lingkungan dan pemberdayaan masyarakat yang dijalankan PT TIMAH.
Program tersebut meliputi reklamasi laut, penanaman mangrove, pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pendampingan kelompok tani, hingga pembangunan talud pantai untuk membantu mengurangi risiko abrasi. Berbagai kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam mendukung pengelolaan lingkungan dan meningkatkan manfaat kegiatan usaha bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional.
Finalis MediaMIND dari Investortrust.id, Wishnu Bagus Prasetyo, turut memberikan perhatian terhadap pelaksanaan program sosial dan lingkungan tersebut. Ia menilai penting untuk memahami bagaimana kegiatan pertambangan berhubungan dengan perubahan kondisi wilayah serta kehidupan masyarakat di sekitar area operasional perusahaan.
Wishnu juga tertarik menggali pandangan pemerintah desa mengenai perubahan yang terjadi selama berlangsungnya kegiatan pertambangan. Selain itu, ia ingin mengetahui harapan masyarakat terhadap kondisi wilayah dan keberlanjutan ekonomi setelah aktivitas pertambangan berakhir.
Perspektif masyarakat dan pemerintah desa dinilai penting untuk memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai dampak kegiatan pertambangan. Hal ini sekaligus menjadi bagian dari pemahaman mengenai tanggung jawab perusahaan dalam memastikan manfaat ekonomi dapat berjalan seiring dengan pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.
Potensi LTJ dan Hilirisasi untuk Masa Depan Industri Timah
Rangkaian kunjungan MediaMIND di Kundur Area membuka ruang pemahaman mengenai peluang pengembangan industri timah nasional, termasuk potensi logam tanah jarang. Pengembangan LTJ menjadi salah satu aspek yang menarik perhatian karena dapat memperluas cakupan pemanfaatan sumber daya mineral dan membuka peluang pengembangan bisnis di luar produk timah konvensional.
Di sisi lain, penguatan hilirisasi tetap menjadi bagian penting dalam meningkatkan nilai ekonomi komoditas pertambangan. Proses pengolahan dan pemurnian yang terintegrasi dengan kegiatan penambangan dapat mendukung peningkatan nilai tambah produk sekaligus memperkuat kontribusi industri terhadap perekonomian nasional.
Melalui MediaMIND, MIND ID berupaya memperluas wawasan jurnalis mengenai pengelolaan sumber daya mineral secara bertanggung jawab. Kegiatan ini juga memperkenalkan berbagai upaya perusahaan dalam mengembangkan industri pertambangan, mulai dari optimalisasi proses produksi, penguatan hilirisasi, hingga pelaksanaan program lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.
Dengan pemahaman yang lebih menyeluruh terhadap proses bisnis pertambangan, para jurnalis diharapkan dapat menyampaikan informasi yang lebih komprehensif mengenai perkembangan industri mineral nasional. Potensi pengembangan logam tanah jarang, penguatan hilirisasi, serta keberlanjutan manfaat pertambangan bagi masyarakat menjadi sejumlah isu strategis yang turut mengemuka dalam kunjungan tersebut.