Laba Bersih PT Timah Melonjak 584 Persen, Perusahaan Perkuat Transformasi dan Ekspansi Bisnis
JAKARTA – PT TIMAH Tbk (TINS) membukukan pertumbuhan kinerja keuangan yang signifikan hingga kuartal III 2026. Dalam periode sembilan bulan yang berakhir pada 30 September 2026, perusahaan mencatatkan laba bersih sebesar Rp4,12 triliun atau meningkat 584 persen dibandingkan capaian pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp602,42 miliar.
Pencapaian tersebut menjadi salah satu tonggak penting dalam perjalanan transformasi perusahaan, bertepatan dengan dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Pertumbuhan kinerja tidak hanya tercermin dari peningkatan laba, tetapi juga didukung penguatan aktivitas operasional, kenaikan volume produksi, serta ekspansi penjualan ke pasar ekspor.
Direktur Utama PT TIMAH Tbk, Restu Widiyantoro, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil dari penguatan kinerja keuangan dan operasional yang berjalan beriringan dengan dukungan kebijakan pemerintah, pengawasan, serta penegakan regulasi di sektor pertambangan.
Menurutnya, sinergi di lingkungan Holding Industri Pertambangan MIND ID, dukungan berbagai pemangku kepentingan, serta kontribusi seluruh insan perusahaan dan masyarakat di wilayah operasional turut menjadi faktor penting dalam mendorong peningkatan kinerja perseroan.“Capaian ini mencerminkan penguatan kinerja keuangan dan operasional sekaligus bentuk konkret atas efektivitas dari dukungan pemerintah melalui kebijakan, pengawasan, serta penegakan aturan. Begitu pula dengan sinergi di dalam ekosistem BUMN Holding Industri Pertambangan, MIND ID, serta dedikasi seluruh pihak di PT Timah dan masyarakat di wilayah operasi kami,” ujar Restu.
Pendapatan dan Laba Usaha Tumbuh Signifikan
Berdasarkan Laporan Keuangan Konsolidasian yang diumumkan pada 30 Oktober 2026, PT TIMAH mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp16,15 triliun hingga September 2026. Nilai tersebut meningkat 144 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang mencapai Rp6,61 triliun.
Peningkatan pendapatan tersebut turut mendorong kenaikan laba usaha perusahaan hingga 594 persen secara tahunan. Laba usaha tercatat sebesar Rp5,60 triliun, jauh lebih tinggi dibandingkan capaian periode sembilan bulan 2025 yang sebesar Rp807,25 miliar.
Kinerja positif juga terlihat pada EBITDA yang mencapai Rp6,18 triliun. Indikator tersebut tumbuh 323 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,46 triliun. Pertumbuhan EBITDA mencerminkan semakin kuatnya kemampuan perusahaan menghasilkan laba sebelum memperhitungkan beban bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi.
Dengan capaian tersebut, laba bersih perseroan berhasil mencapai Rp4,12 triliun atau meningkat 584 persen dibandingkan Rp602,42 miliar pada sembilan bulan pertama 2025.
Di tengah peningkatan aktivitas usaha, perusahaan juga berupaya menjaga efektivitas pengelolaan biaya. Salah satunya melalui pengendalian beban pokok pendapatan yang berhasil ditekan hingga 16 persen di bawah target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan Perubahan (RKAPP).
Kondisi keuangan perusahaan yang semakin kuat turut tercermin dari peningkatan saldo kas pada akhir periode. Hingga September 2026, posisi kas PT TIMAH mencapai Rp4,25 triliun, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,34 triliun.
Penguatan indikator keuangan tersebut memberikan ruang bagi perusahaan untuk menjaga keberlanjutan kegiatan operasional sekaligus mendukung pelaksanaan strategi transformasi dan pengembangan bisnis ke depan.
Produksi dan Penjualan Timah Mengalami Peningkatan
Pertumbuhan kinerja keuangan PT TIMAH juga ditopang oleh peningkatan aktivitas produksi pada sektor hulu dan hilir. Hingga September 2026, produksi bijih timah perusahaan mencapai 18.883 ton Sn atau meningkat 55 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 12.190 ton Sn.
Capaian produksi bijih timah tersebut telah mencapai 97 persen dari target RKAPP. Perseroan juga menargetkan volume produksi yang lebih tinggi hingga akhir 2026 dibandingkan realisasi produksi sepanjang 2025.
Pada sisi pengolahan, produksi logam timah tercatat sebesar 16.190 metrik ton Sn. Jumlah tersebut meningkat 49 persen dibandingkan produksi pada sembilan bulan pertama 2025 yang mencapai 10.855 metrik ton Sn.
Peningkatan produksi tersebut berjalan seiring dengan penguatan kinerja pemasaran. Volume penjualan logam timah hingga September 2026 mencapai 16.304 metrik ton, tumbuh 72 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 9.469 metrik ton. Penjualan tersebut didominasi oleh pasar ekspor, yang menunjukkan peran pasar internasional dalam menopang kinerja komersial perusahaan.
Selain peningkatan volume penjualan, perusahaan juga memperoleh dukungan dari penguatan harga jual rata-rata atau average selling price (ASP) logam timah. Hingga September 2026, ASP tercatat sebesar US$51.011 per metrik ton, meningkat 52 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 sebesar US$33.596 per metrik ton.
Harga jual rata-rata tersebut juga berada 11 persen di atas target RKAPP. Kondisi ini memberikan kontribusi positif terhadap margin perusahaan dan mendukung peningkatan pendapatan dari kegiatan perdagangan logam timah.
Kombinasi antara peningkatan produksi, pertumbuhan volume penjualan, dan penguatan harga jual menjadi faktor yang menopang pencapaian kinerja perusahaan hingga kuartal III 2026. Ke depan, PT TIMAH berupaya menjaga momentum tersebut melalui optimalisasi kapasitas operasional dan pengembangan kegiatan usaha.
Keselamatan Kerja Tetap Menjadi Prioritas
Di tengah peningkatan volume produksi dan aktivitas operasional, PT TIMAH tetap menempatkan aspek keselamatan dan kesehatan kerja sebagai prioritas perusahaan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui upaya menjaga standar keselamatan di seluruh lini kegiatan operasional.
Sepanjang 2026, perusahaan berhasil mempertahankan catatan Zero Fatality dan Zero Process Safety Event. Capaian ini menunjukkan bahwa peningkatan produktivitas dan kinerja usaha tetap diupayakan berjalan seiring dengan penerapan prinsip keselamatan kerja.
Manajemen memandang keselamatan sebagai bagian penting dari keberlanjutan operasional perusahaan. Karena itu, penguatan disiplin kerja dan penerapan standar keselamatan perlu terus dijaga, terutama ketika aktivitas produksi dan pengolahan mengalami peningkatan.
Restu juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Republik Indonesia, Danantara, MIND ID, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, serta seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat yang telah memberikan dukungan terhadap kegiatan usaha perusahaan.
Menurutnya, kolaborasi dengan berbagai pihak menjadi bagian penting dalam menjaga kesinambungan operasional sekaligus memperkuat kontribusi PT TIMAH terhadap perekonomian nasional dan daerah.
Perkuat Transformasi Menuju Pertumbuhan Berkelanjutan
Memasuki triwulan terakhir 2026, PT TIMAH berkomitmen melanjutkan penguatan kinerja melalui percepatan transformasi dan pengembangan bisnis. Perusahaan akan menjaga momentum pertumbuhan dengan tetap memperhatikan disiplin operasional, keselamatan kerja, serta peningkatan kualitas tata kelola pertambangan.
Optimalisasi pengelolaan sumber daya juga diarahkan agar kegiatan usaha dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas. Dalam pelaksanaannya, perusahaan berupaya menyeimbangkan pencapaian target produksi dengan penerapan prinsip pertambangan yang bertanggung jawab dan memperhatikan aspek lingkungan.
Dukungan pemerintah, sinergi dalam ekosistem BUMN, serta keterlibatan pemangku kepentingan di wilayah operasional diharapkan terus menjadi fondasi bagi pengembangan perusahaan. Dengan kolaborasi tersebut, PT TIMAH berupaya memperkuat posisi bisnis sekaligus meningkatkan kontribusinya terhadap industri pertambangan nasional.
Pertumbuhan laba bersih sebesar 584 persen hingga September 2026 menjadi modal penting bagi perusahaan untuk melanjutkan agenda transformasi. Namun, keberhasilan jangka panjang tidak hanya ditentukan oleh pencapaian finansial, melainkan juga kemampuan perusahaan menjaga produktivitas, meningkatkan efisiensi, memperkuat tata kelola, dan mempertahankan keselamatan kerja.
Melalui berbagai langkah tersebut, PT TIMAH menegaskan komitmennya untuk terus berkembang sebagai perusahaan pertambangan yang kompetitif dan berkelanjutan, sekaligus menghadirkan dampak positif bagi negara, daerah, dan masyarakat di wilayah operasionalnya.