Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
bangkadaily.com bangkadaily.com
bangkadaily.com bangkadaily.com
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hankam
  • Opini
  • Politik
  • Sport
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hankam
  • Opini
  • Politik
  • Sport
Subscribe
Close

Search

Bangka BelitungBerita

PT Timah Perkuat Ekonomi Desa Sawang Laut, Kembangkan Potensi Usaha dan Produk Lokal

By Aldiansyah Widiyanto
October 14, 2026 5 Min Read
0

KARIMUN — Pengembangan potensi ekonomi berbasis masyarakat menjadi salah satu fokus PT Timah Tbk dalam menjalankan program pemberdayaan di wilayah operasional perusahaan. Melalui pendampingan dan dukungan terhadap berbagai kegiatan produktif, PT Timah mendorong masyarakat Desa Sawang Laut, Kecamatan Kundur Barat, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, agar mampu mengoptimalkan sumber daya lokal menjadi peluang usaha yang bernilai ekonomi.

Program pemberdayaan tersebut dilaksanakan secara bertahap dengan mempertimbangkan kebutuhan dan potensi yang dimiliki masyarakat setempat. Tidak hanya menyasar sektor ekonomi produktif, dukungan perusahaan juga mencakup kegiatan sosial, keagamaan, pemenuhan kebutuhan dasar, hingga pembangunan fasilitas yang menunjang kehidupan masyarakat desa.

Kepala Desa Sawang Laut, Jefrizal, mengatakan kontribusi PT Timah telah membantu pemerintah desa dalam menjawab sejumlah kebutuhan warga. Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah keterbatasan akses air bersih, terutama ketika memasuki musim kemarau.

Menurutnya, masyarakat di Dusun I, khususnya RT 03 dan RT 04, kerap mengalami kesulitan memperoleh air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saat curah hujan menurun. Selama ini, warga mengandalkan sumur bor yang dibangun melalui program pemerintah sebagai salah satu sumber pasokan air.

“Kalau musim kemarau, masyarakat di Dusun I, terutama RT 03 dan RT 04, memang kewalahan dengan air. Untuk kebutuhan sehari-hari, mereka memanfaatkan sumur bor dari program pemerintah,” ujar Jefrizal.

Namun, kontribusi PT Timah di Desa Sawang Laut tidak hanya diarahkan untuk membantu mengatasi kebutuhan masyarakat dalam jangka pendek. Perusahaan juga mendorong pengembangan kegiatan ekonomi yang dapat memberikan manfaat berkelanjutan melalui peningkatan keterampilan, pemanfaatan sumber daya lokal, serta pembentukan kelompok usaha masyarakat.

Sejumlah program produktif telah dikembangkan di desa tersebut, di antaranya budidaya ikan kakap putih yang dikelola Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Tuah Bersatu, usaha ayam petelur, pengolahan terasi, budidaya hidroponik, serta pengembangan bank sampah yang mulai dijalankan pada 2025.

Berbagai kegiatan tersebut dirancang untuk membuka alternatif sumber pendapatan bagi masyarakat sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap mata pencaharian utama. Melalui pendampingan yang diberikan, warga didorong agar mampu mengembangkan usaha sesuai potensi lingkungan dan sumber daya yang tersedia di desa.

Selain sektor ekonomi, PT Timah turut memberikan dukungan terhadap aktivitas sosial dan keagamaan masyarakat. Perusahaan juga berkontribusi dalam pembangunan fasilitas yang menjadi bagian dari identitas desa, seperti Tugu Simpang Tanjak, serta mendukung penyelenggaraan kegiatan keagamaan, termasuk Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ).

Jefrizal menilai berbagai program tersebut mulai memberikan dampak positif bagi masyarakat. Selain memperoleh dukungan sarana, warga juga mendapatkan pengetahuan dan keterampilan baru yang dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan usaha secara mandiri.

Salah satu contohnya terlihat pada kegiatan hidroponik yang hasilnya telah dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi rumah tangga. Sementara itu, kelompok budidaya ikan kakap putih dan pengolahan terasi memperoleh pengalaman dalam mengelola kegiatan usaha yang berpotensi dikembangkan menjadi sumber pendapatan tambahan.

“Alhamdulillah, masyarakat sudah mulai merasakan manfaatnya. Mereka mendapatkan ilmu dan keterampilan baru. Kegiatan ini setidaknya bisa menjadi usaha sampingan dan memberikan dampak positif bagi masyarakat,” katanya.

Ia berharap kemitraan dengan PT Timah dapat terus diperkuat agar semakin banyak potensi desa yang dapat dikembangkan menjadi kegiatan ekonomi produktif. Menurutnya, keberlanjutan program pemberdayaan diperlukan agar manfaat yang telah dirasakan masyarakat dapat berkembang menjadi kemandirian ekonomi dalam jangka panjang.

Jefrizal juga berharap perusahaan dapat memperluas kontribusinya di bidang pendidikan, khususnya melalui penyediaan program beasiswa bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Dukungan tersebut dinilai penting untuk membuka akses pendidikan yang lebih luas, terutama bagi generasi muda yang ingin melanjutkan studi hingga perguruan tinggi.

“Kami berharap ada program beasiswa bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, khususnya untuk melanjutkan pendidikan hingga tingkat kuliah. Kami ingin anak-anak di desa juga memiliki kesempatan yang sama untuk meraih pendidikan yang lebih tinggi,” ungkapnya.

Olahan Udang Rebon Jadi Produk Unggulan Kelompok Perempuan

Dampak pemberdayaan ekonomi yang dilakukan PT Timah juga terlihat dari perkembangan Kelompok Wanita Tani (KWT) Lanjut Lestari. Kelompok perempuan tersebut berhasil mengembangkan potensi udang rebon yang melimpah di wilayah Desa Sawang Laut menjadi produk olahan terasi dengan merek dagang Belacan Cinta.

Ketua KWT Lanjut Lestari, Susilawati, menceritakan bahwa pembentukan kelompoknya tidak terlepas dari dukungan dan pembinaan PT Timah. KWT Lanjut Lestari juga merupakan kelompok binaan dari Pokdakan Tuah Bersatu yang sebelumnya telah mendapatkan pendampingan perusahaan.

Menurut Susilawati, program pemberdayaan tersebut membuka kesempatan bagi para perempuan di desa untuk terlibat lebih aktif dalam kegiatan ekonomi produktif. Sebelum mendapatkan pembinaan, anggota kelompok belum memiliki pengetahuan yang memadai mengenai teknik pengolahan udang rebon menjadi terasi.

Melalui pelatihan dan pendampingan, mereka mulai memahami proses produksi hingga mampu menghasilkan produk olahan yang memiliki nilai jual. Potensi udang rebon yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal kini dapat diolah menjadi komoditas pangan lokal yang berpeluang dikembangkan sebagai usaha kelompok.

“Alhamdulillah, kami sangat terbantu. Awalnya kami tidak tahu cara membuat belacan, tapi setelah diberikan pelatihan, sekarang kami sudah bisa memproduksi sendiri,” ujar Susilawati.

Ia menjelaskan, ketersediaan udang rebon di wilayah pesisir Desa Sawang Laut menjadi modal utama bagi pengembangan usaha tersebut. Melihat potensi bahan baku yang cukup tersedia, kelompok kemudian mendapatkan pembinaan untuk mengolah hasil tangkapan menjadi terasi yang dapat dipasarkan kepada masyarakat.

“Di tempat kami banyak potensi udang rebon. Dari situ kami dibina PT TIMAH bersama Pokdakan untuk mengolahnya menjadi terasi. Sekarang sudah jadi produk yang bisa dijual,” katanya.

Dukungan perusahaan juga diberikan dalam bentuk penyediaan sarana dan prasarana produksi untuk meningkatkan kemampuan kelompok dalam menghasilkan produk secara lebih optimal. Bantuan tersebut meliputi pembangunan rumah produksi, penyediaan peralatan pengolahan, hingga mesin yang digunakan dalam proses pembuatan terasi.

Keberadaan fasilitas tersebut menjadi faktor penting bagi KWT Lanjut Lestari dalam mengembangkan kapasitas usaha. Dengan tersedianya tempat produksi dan peralatan yang memadai, kelompok memiliki dukungan untuk menjalankan kegiatan pengolahan secara lebih terorganisasi dan meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan.

“Dukungan dari PT TIMAH sangat besar, mulai dari alat produksi, mesin, sampai dibangunkan tempat produksi. Kami benar-benar didukung penuh,” ungkap Susilawati.

Pengembangan produk Belacan Cinta memperlihatkan bagaimana potensi sumber daya lokal dapat diubah menjadi peluang ekonomi melalui kombinasi pendampingan, peningkatan keterampilan, dan dukungan fasilitas produksi. Program tersebut sekaligus memberikan ruang bagi kelompok perempuan untuk berkontribusi dalam kegiatan ekonomi keluarga dan masyarakat.

Melalui berbagai program di Desa Sawang Laut, PT Timah berupaya mendorong pemberdayaan masyarakat yang tidak hanya berorientasi pada pemberian bantuan, tetapi juga membangun kemampuan warga dalam mengelola potensi daerahnya. Pengembangan budidaya perikanan, pengolahan hasil laut, pertanian hidroponik, hingga pengelolaan sampah menjadi bagian dari upaya memperluas sumber penghasilan masyarakat.

Keberhasilan kelompok usaha seperti KWT Lanjut Lestari diharapkan dapat menjadi contoh pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal yang dapat direplikasi oleh kelompok masyarakat lainnya. Dengan dukungan berkelanjutan dan keterlibatan aktif warga, berbagai usaha tersebut berpeluang tumbuh menjadi kegiatan ekonomi yang produktif dan mandiri.

Pada akhirnya, sinergi antara PT Timah, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan mampu memperkuat fondasi ekonomi Desa Sawang Laut. Pemanfaatan potensi lokal yang disertai peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi langkah penting untuk menciptakan peluang usaha, memperluas kesempatan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Post Views: 11

Tags:

Bangka BelitungBantuanindonesianasionalPT Timah
Author

Aldiansyah Widiyanto

Follow Me
Other Articles
Previous

Tata Kelola Dinilai Paling Siap, Industri Timah Berpeluang Jadi Pelopor Perdagangan BMKS

Next

PT Timah Pulihkan Sumur Bor di Belitung Timur, Akses Air Bersih 100 Rumah Kembali Terpenuhi

No Comment! Be the first one.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright 2026 — bangkadaily.com. All rights reserved. Blogsy WordPress Theme