PT Timah dan GOW Bangka Perkuat Pelestarian Pesisir Lewat Penanaman 150 Mangrove
BANGKA — PT Timah Tbk bersama Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Bangka menanam 150 bibit mangrove di kawasan Air Kantung, Sungailiat, Selasa (20/10/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya bersama menjaga kelestarian ekosistem pesisir sekaligus mendorong keterlibatan masyarakat dalam perlindungan lingkungan.
Penanaman mangrove dipusatkan di kawasan Kolong Akhlak, salah satu area yang direncanakan untuk dikembangkan menjadi ruang publik. Ke depan, kawasan tersebut akan dilengkapi sejumlah fasilitas penunjang, seperti jogging track, jerambah, dan camping ground, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai ruang rekreasi sekaligus tempat beraktivitas bagi masyarakat.
Ketua GOW Kabupaten Bangka, Diny Harlina, mengatakan kegiatan penanaman mangrove merupakan bentuk kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan, khususnya kawasan pesisir. Menurutnya, mangrove memiliki fungsi ekologis yang sangat penting karena mampu membantu menahan abrasi, menjadi habitat berbagai jenis biota, serta menjaga keseimbangan ekosistem perairan.
Ia menilai upaya pelestarian lingkungan membutuhkan partisipasi seluruh elemen masyarakat, termasuk kaum perempuan. Melalui kegiatan tersebut, GOW Kabupaten Bangka ingin menunjukkan bahwa perempuan juga dapat mengambil peran aktif dalam menjaga alam melalui aksi nyata yang memberikan manfaat jangka panjang.”Kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dengan langkah sederhana, tetapi jika dilakukan bersama-sama secara berkelanjutan akan memberikan manfaat yang besar bagi generasi yang akan datang,” ujar Diny.
Diny berharap penanaman 150 mangrove tersebut tidak hanya menjadi kegiatan simbolis atau seremonial. Menurutnya, hal terpenting setelah penanaman adalah membangun kesadaran bersama untuk menjaga dan merawat tanaman agar dapat tumbuh dengan baik serta memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.
Ia juga menekankan bahwa keberhasilan kegiatan penghijauan tidak cukup diukur dari jumlah bibit yang ditanam. Diperlukan komitmen berkelanjutan dari seluruh pihak agar mangrove yang telah ditanam dapat berkembang dan menjalankan fungsinya sebagai pelindung kawasan pesisir.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bangka, Boy Yandra, mengajak masyarakat dan seluruh pihak yang terlibat untuk turut bertanggung jawab terhadap pemeliharaan mangrove setelah ditanam. Perawatan secara berkala diperlukan agar bibit dapat tumbuh optimal dan memberikan kontribusi nyata dalam menjaga lingkungan.
Boy menjelaskan, keberadaan mangrove memiliki manfaat penting untuk mengurangi risiko abrasi, terutama di kawasan pesisir yang rentan terhadap pengikisan akibat aktivitas gelombang dan arus air. Karena itu, upaya penanaman perlu diikuti dengan pengawasan dan pemeliharaan secara bersama-sama.”Mari kita jaga sama-sama. Harapan kami ke depan DLH dan PT Timah sinergitasnya kita tingkatkan,” kata Boy.
Ia berharap kolaborasi antara DLH Kabupaten Bangka dan PT Timah dapat terus diperluas melalui berbagai program pelestarian lingkungan. Sinergi pemerintah daerah dan dunia usaha dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlanjutan program penghijauan serta meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan.
Kegiatan penanaman mangrove tersebut turut dihadiri Bupati Bangka Fery Insani, pimpinan PT Timah Tbk, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bangka. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menunjukkan dukungan terhadap langkah kolaboratif dalam menjaga kelestarian kawasan pesisir di wilayah Sungailiat.
Melalui penanaman 150 mangrove ini, PT Timah dan GOW Kabupaten Bangka berharap kawasan Air Kantung dapat semakin terjaga dari ancaman kerusakan lingkungan. Selain memberikan manfaat ekologis, pengembangan Kolong Akhlak sebagai ruang publik juga diharapkan mampu menghadirkan ruang terbuka yang nyaman dan bermanfaat bagi masyarakat dengan tetap memperhatikan kelestarian alam.