PT Timah Perkuat Kualitas Pendidikan, Hadirkan Beasiswa hingga Fasilitas Belajar bagi Masyarakat
PANGKALPINANG — Peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi salah satu perhatian PT Timah Tbk dalam menjalankan program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL). Melalui berbagai inisiatif di sektor pendidikan, perusahaan berupaya memperluas kesempatan masyarakat memperoleh pendidikan berkualitas sekaligus mendukung terciptanya lingkungan belajar yang lebih layak di wilayah operasionalnya.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui beragam program, mulai dari pemberian beasiswa bagi pelajar dan mahasiswa, bantuan sarana dan prasarana sekolah, pembangunan infrastruktur pendidikan, hingga peningkatan kompetensi tenaga pendidik. Sejumlah program pengembangan kapasitas guru, seperti Gerakan Nasional Pemberantasan Buta Matematika (Gernas Tastaka) dan literasi guru, juga dilaksanakan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung serta Provinsi Kepulauan Riau.
Bagi PT Timah, pembangunan sektor pendidikan tidak cukup hanya dilakukan dengan memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk mengenyam pendidikan. Ketersediaan fasilitas yang memadai, lingkungan belajar yang aman dan nyaman, serta kualitas tenaga pendidik juga menjadi faktor penting dalam menciptakan proses pembelajaran yang optimal.
Karena itu, berbagai program pendidikan perusahaan dirancang untuk menjangkau kebutuhan masyarakat secara lebih luas. Dukungan diberikan kepada beragam jenjang pendidikan, mulai dari pendidikan anak usia dini (PAUD), sekolah dasar dan menengah, hingga perguruan tinggi, termasuk lembaga pendidikan keagamaan.
Salah satu program yang menjadi perhatian PT Timah adalah Pemali Boarding School, yang telah diselenggarakan sejak 2000. Program ini memberikan kesempatan kepada pelajar berprestasi dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi untuk mendapatkan pendidikan berkualitas melalui skema beasiswa dan pembinaan secara berkelanjutan.
Tidak hanya memberikan dukungan pembiayaan pendidikan, Pemali Boarding School juga membekali para siswa dengan pengembangan karakter, kedisiplinan, kemandirian, serta penguatan potensi diri. Pembinaan tersebut diharapkan dapat membentuk generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki karakter dan kesiapan menghadapi tantangan masa depan.
Melalui program tersebut, PT Timah berupaya membuka jalan bagi para pelajar untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Kesempatan memperoleh pendidikan yang lebih baik diharapkan dapat menjadi modal bagi generasi muda dalam meningkatkan taraf hidup sekaligus berkontribusi terhadap pembangunan daerah.
Selain beasiswa dan pembinaan siswa, perusahaan juga memberikan perhatian terhadap kondisi fasilitas pendidikan. Bantuan sarana dan prasarana serta pembangunan infrastruktur sekolah menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan belajar yang mendukung kegiatan siswa maupun tenaga pendidik.
Ketersediaan fasilitas yang memadai dinilai memiliki peran penting dalam meningkatkan kenyamanan dan efektivitas proses belajar mengajar. Melalui dukungan tersebut, sekolah diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pembelajaran secara lebih optimal, terutama di wilayah yang masih menghadapi keterbatasan fasilitas pendidikan.
Manfaat program pendidikan PT Timah turut dirasakan oleh masyarakat yang memiliki keterbatasan ekonomi. Salah satunya dialami Hellis, warga Bangka Selatan, yang memperoleh bantuan pendidikan untuk mendukung kelanjutan studi putrinya, Gladis.
Saat ini, Gladis tercatat sebagai mahasiswa semester V Program Studi Psikologi Islam di IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung. Namun, perjalanan pendidikannya sempat menghadapi kendala akibat kondisi ekonomi keluarga yang terbatas.
Hellis menceritakan bahwa keluarganya sempat berada dalam situasi sulit untuk membiayai pendidikan Gladis. Suaminya bekerja serabutan sebagai pendulang timah, sementara kerabat yang sebelumnya turut membantu memenuhi kebutuhan biaya kuliah telah meninggal dunia.
Kondisi tersebut membuat Hellis dan keluarga sempat mempertimbangkan untuk menghentikan pendidikan putrinya karena tidak lagi memiliki kemampuan finansial untuk menanggung biaya perkuliahan.Di tengah kesulitan tersebut, bantuan pendidikan dari PT Timah menjadi dukungan penting bagi keluarga agar Gladis tetap dapat melanjutkan studinya.
“Kami sempat berpikir untuk menghentikan kuliah anak karena tidak sanggup membiayai. Alhamdulillah, bantuan dari PT Timah sangat berarti bagi kami. Kami berharap anak kami bisa menyelesaikan kuliahnya dan memiliki masa depan yang lebih baik,” ungkap Hellis.Bagi keluarga Hellis, bantuan tersebut bukan sekadar dukungan pembiayaan, melainkan juga kesempatan untuk mempertahankan harapan agar Gladis dapat menyelesaikan pendidikan tinggi. Dengan keberlanjutan studi tersebut, Gladis diharapkan mampu meraih cita-cita dan memperoleh peluang masa depan yang lebih baik.
Perhatian PT Timah terhadap sektor pendidikan juga menyentuh kebutuhan anak-anak pada jenjang pendidikan usia dini. Perusahaan menyalurkan bantuan fasilitas bermain berupa perosotan dan ayunan kepada TK/Pos PAUD Nusa Indah di Desa Cambai Selatan, Kabupaten Bangka Tengah.
Bantuan tersebut ditujukan untuk meningkatkan kelayakan fasilitas bermain sekaligus mendukung aktivitas belajar anak-anak. Sarana bermain yang aman dan memadai menjadi bagian penting dalam proses pendidikan usia dini karena dapat membantu perkembangan kemampuan motorik, interaksi sosial, serta kreativitas anak.
Kepala TK/PAUD Nusa Indah, Ciciyanti, menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan PT Timah. Menurutnya, fasilitas bermain di sekolah sebelumnya sudah mengalami kerusakan sehingga tidak lagi aman digunakan oleh para siswa.
Saat ini, TK/PAUD Nusa Indah melayani sebanyak 68 peserta didik, terdiri atas 50 anak TK dan 18 anak PAUD. Dengan jumlah siswa tersebut, keberadaan fasilitas bermain yang layak menjadi salah satu kebutuhan penting untuk menunjang kegiatan pendidikan sehari-hari.
“Alhamdulillah, kami sangat berterima kasih kepada PT Timah. Kami memang sangat membutuhkan permainan outdoor seperti perosotan dan ayunan, karena yang lama sudah rusak dan tidak aman digunakan,” ujar Ciciyanti.
Ia menjelaskan, fasilitas bermain di luar ruangan tidak hanya berfungsi sebagai sarana hiburan bagi anak-anak, tetapi juga mendukung proses tumbuh kembang mereka. Melalui aktivitas bermain yang terarah, anak-anak dapat mengembangkan kemampuan motorik sekaligus memperoleh pengalaman belajar dalam suasana yang lebih menyenangkan.
Bantuan tersebut juga dinilai sangat membantu pihak sekolah, mengingat keterbatasan anggaran yang dimiliki untuk melakukan pengadaan fasilitas bermain baru. Dengan adanya dukungan perusahaan, sekolah kini memiliki sarana yang lebih layak untuk menunjang aktivitas peserta didik.
Berbagai program tersebut memperlihatkan bahwa dukungan PT Timah terhadap pendidikan dilakukan melalui pendekatan yang menyeluruh. Perusahaan tidak hanya berfokus pada pemberian beasiswa, tetapi juga memperhatikan peningkatan kualitas tenaga pendidik, penyediaan fasilitas pembelajaran, serta pembangunan lingkungan pendidikan yang lebih memadai.
Upaya tersebut diharapkan memberikan dampak jangka panjang terhadap peningkatan kualitas SDM, khususnya masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan. Akses pendidikan yang semakin terbuka dan fasilitas belajar yang lebih baik dapat memberikan kesempatan lebih luas bagi generasi muda untuk mengembangkan kemampuan serta meningkatkan daya saing.
Pendidikan juga menjadi salah satu instrumen penting dalam mendorong kemandirian masyarakat di wilayah lingkar tambang. Dengan bekal pengetahuan dan keterampilan yang memadai, generasi muda diharapkan mampu menciptakan peluang bagi dirinya sendiri maupun berkontribusi terhadap kemajuan daerah.
Melalui keberlanjutan program TJSL di bidang pendidikan, PT Timah berupaya mengambil peran dalam membangun ekosistem pendidikan yang lebih inklusif. Dukungan yang menjangkau berbagai jenjang pendidikan tersebut diharapkan tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan belajar masyarakat saat ini, tetapi juga menjadi investasi sosial untuk mempersiapkan generasi masa depan yang lebih berkualitas.