Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
bangkadaily.com bangkadaily.com
bangkadaily.com bangkadaily.com
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hankam
  • Opini
  • Politik
  • Sport
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hankam
  • Opini
  • Politik
  • Sport
Subscribe
Close

Search

Bangka BelitungBerita

PT Timah Perkuat Rehabilitasi Ekosistem Laut melalui Terumbu Buatan dan Restocking Cumi

By Aldiansyah Widiyanto
October 28, 2026 5 Min Read
0

PANGKALPINANG – Upaya menjaga keberlanjutan ekosistem laut dan sumber daya perikanan di Kepulauan Bangka Belitung terus dilakukan PT TIMAH (Persero) Tbk melalui berbagai program rehabilitasi lingkungan. Tidak hanya berfokus pada pemulihan habitat biota laut, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk menjaga potensi perikanan dan mendukung keberlangsungan mata pencaharian masyarakat nelayan.

Berbagai inisiatif telah dijalankan perusahaan, mulai dari penenggelaman terumbu karang buatan (artificial reef), pemasangan fish shelter, transplantasi karang, hingga pengembangan habitat dan restocking cumi-cumi. Program-program tersebut menjadi bagian dari upaya memperbaiki kondisi ekosistem bawah laut sekaligus menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan dan perkembangbiakan biota bernilai ekonomi.

Berdasarkan catatan perusahaan, sepanjang 2016–2024 PT TIMAH telah menenggelamkan 7.680 unit artificial reef. Upaya tersebut dilanjutkan pada 2025 dengan penambahan 1.920 unit terumbu buatan di sejumlah perairan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Selain terumbu buatan, perusahaan juga telah menenggelamkan 3.105 unit fish shelter dan melaksanakan 1.475 unit transplantasi karang selama periode 2016–2024. Seluruh program tersebut ditujukan untuk menyediakan habitat bagi berbagai organisme laut, meningkatkan keanekaragaman hayati, serta mendukung pemulihan ekosistem perairan.

Terumbu buatan yang dipasang di dasar laut dirancang menyerupai struktur karang alami sehingga dapat menjadi tempat berlindung, mencari makan, dan berkembang biak bagi biota laut. Pelaksanaannya dilakukan secara bertahap dengan melibatkan pemerintah daerah, kelompok nelayan, kalangan akademisi, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Kembangkan Habitat Cumi di Perairan Bangka dan Belitung

Salah satu fokus rehabilitasi ekosistem laut yang terus dikembangkan PT TIMAH adalah pemulihan habitat cumi-cumi. Komoditas ini memiliki nilai ekonomi penting bagi masyarakat pesisir sehingga keberlanjutan populasinya perlu dijaga melalui penyediaan habitat yang mendukung proses perkembangbiakan.

Bersama Dewan Pimpinan Cabang Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (DPC HNSI) Kabupaten Bangka, PT TIMAH menenggelamkan 81 unit atraktor cumi di perairan Pantai Tambak Udang, Kabupaten Bangka, pada 6 Oktober 2026. Kegiatan tersebut melibatkan pemerintah daerah dan nelayan setempat sebagai bagian dari kolaborasi menjaga kelestarian sumber daya laut.

Atraktor yang dipasang diharapkan dapat berfungsi sebagai tempat berlindung sekaligus lokasi pemijahan cumi-cumi. Dengan tersedianya habitat yang sesuai, peluang perkembangbiakan dan keberlanjutan populasi cumi-cumi di kawasan tersebut diharapkan semakin meningkat, sehingga turut memberikan dampak positif terhadap potensi hasil tangkapan nelayan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bangka, Boy Yandra, mengapresiasi sinergi PT TIMAH dan HNSI dalam pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, pemasangan atraktor merupakan langkah konkret untuk menyediakan lingkungan yang mendukung keberlangsungan habitat cumi-cumi.

Ia menjelaskan, penentuan lokasi pemasangan atraktor di kawasan Pantai Tambak Udang telah melalui kajian ilmiah bersama Universitas Bangka Belitung (UBB). Kajian tersebut menjadi salah satu dasar dalam memastikan program dilaksanakan pada lokasi yang sesuai dengan kebutuhan pengembangan habitat.

“Kami mengapresiasi kerja sama HNSI Bangka dan PT TIMAH, karena ini salah satu upaya daripada HNSI bagaimana nanti bisa memberikan kehidupan yang baik kepada habitat cumi dengan adanya pemasangan Atraktor cumi ya,” ujar Boy Yandra.

Upaya serupa juga dilakukan di Kabupaten Belitung. Melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL), PT TIMAH menenggelamkan 30 unit atraktor cumi di perairan Sungai Padang, Kecamatan Sijuk. Program ini sekaligus ditujukan untuk mendukung aktivitas Kelompok Usaha Bersama (KUB) Bekayo di Desa Sungai Padang.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Belitung, Ade Winarko, menyampaikan apresiasi atas kontribusi perusahaan dalam menjaga kelestarian sumber daya kelautan. Ia menilai keberadaan atraktor dapat membantu menyediakan media bagi cumi-cumi untuk berkembang biak, termasuk sebagai tempat menempelkan telur.

“Kami mengucapkan apresiasi dan terima kasih atas sinergi dan kepedulian PT Timah dalam menjaga kelestarian sumber daya kelautan dengan menenggelamkan atraktor cumi di perairan Sungai Padang,” kata Ade Winarko, dikutip dari Antara.

Menurutnya, keberadaan habitat pendukung tersebut diharapkan dapat membantu menjaga populasi cumi-cumi di perairan Belitung. Hal ini penting mengingat cumi-cumi merupakan salah satu komoditas perikanan yang memberikan kontribusi terhadap aktivitas ekonomi masyarakat pesisir.

Data Dinas Perikanan Kabupaten Belitung mencatat produksi tangkapan cumi-cumi pada 2025 mencapai 3.314 ton. Besarnya produksi tersebut menunjukkan potensi komoditas ini bagi sektor perikanan daerah sekaligus mempertegas pentingnya pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan agar manfaat ekonominya dapat terus dirasakan nelayan.

Restocking untuk Tingkatkan Peluang Hidup Cumi-cumi

Selain membangun habitat melalui pemasangan atraktor, PT TIMAH juga menjalankan program restocking atau pengayaan stok cumi-cumi sebagai bagian dari rehabilitasi biologi ekosistem laut. Program ini dilakukan untuk membantu meningkatkan keberhasilan hidup cumi-cumi sebelum dilepaskan kembali ke perairan alami.

Pada 15 Juni 2026, PT TIMAH melalui Division Area Bangka Utara bekerja sama dengan Yayasan Sayang Babel Kite dan kelompok nelayan melaksanakan kegiatan restocking di perairan Pantai Tuing, Desa Mapur, Kabupaten Bangka. Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 10 unit atraktor cumi turut ditenggelamkan untuk mendukung penyediaan habitat bagi biota laut.

Ketua Yayasan Sayang Babel Kite, Indra Ambalika, menjelaskan bahwa proses restocking dilakukan dengan memperhatikan tingkat kelangsungan hidup cumi-cumi sejak fase awal perkembangannya. Penetasan telur melalui wadah terkontrol menjadi salah satu metode yang digunakan untuk mengurangi risiko kematian akibat predator di habitat alami.

Menurut Indra, telur maupun anakan cumi-cumi yang berada di alam memiliki kerentanan tinggi terhadap predator, termasuk berbagai jenis ikan. Melalui proses penetasan yang lebih terkontrol, peluang hidup cumi-cumi diharapkan meningkat sebelum dilepaskan kembali ke laut.

“Restocking dilakukan untuk meningkatkan keberhasilan hidup cumi-cumi yang ditetaskan. Di alam, telur maupun anakan cumi memiliki risiko tinggi dimangsa predator seperti ikan. Melalui proses penetasan di wadah terkontrol, peluang hidupnya menjadi lebih besar sebelum dilepas kembali ke laut,” katanya.

Indra menambahkan, cumi-cumi merupakan komoditas perikanan bernilai ekonomi tinggi dan menjadi salah satu hasil tangkapan utama nelayan di Pulau Bangka. Oleh sebab itu, pemulihan populasinya tidak hanya berkaitan dengan aspek ekologis, tetapi juga memiliki dampak terhadap keberlanjutan kegiatan ekonomi masyarakat pesisir.

Ketersediaan populasi cumi-cumi yang terjaga diharapkan dapat mendukung produktivitas perikanan tangkap sekaligus mempertahankan sumber penghasilan nelayan. Sinergi antara rehabilitasi habitat, pemasangan atraktor, dan restocking menjadi pendekatan yang saling melengkapi dalam menjaga keberlanjutan komoditas tersebut.

Satukan Pemulihan Lingkungan dan Ekonomi Masyarakat

Berbagai program yang dijalankan PT TIMAH menunjukkan bahwa rehabilitasi ekosistem laut membutuhkan pendekatan yang tidak hanya berorientasi pada pemulihan kondisi lingkungan, tetapi juga memperhatikan manfaat bagi masyarakat yang bergantung pada sumber daya perairan.

Pelibatan pemerintah daerah, akademisi, organisasi nelayan, dan kelompok masyarakat menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memastikan kegiatan rehabilitasi sesuai dengan karakteristik wilayah perairan serta kebutuhan masyarakat setempat.

Melalui penenggelaman terumbu buatan, pembangunan fish shelter, transplantasi karang, pemasangan atraktor, hingga restocking cumi-cumi, PT TIMAH berupaya memperkuat pemulihan ekosistem laut di wilayah operasionalnya. Berbagai langkah tersebut sekaligus diarahkan untuk menjaga potensi sumber daya perikanan agar tetap produktif dan dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.

Dengan keberlanjutan program reklamasi laut dan TJSL, perusahaan berharap ekosistem pesisir dan laut di Kepulauan Bangka Belitung semakin terjaga. Pada akhirnya, lingkungan perairan yang sehat diharapkan mampu menopang keanekaragaman hayati, memperkuat sektor perikanan, serta memberikan manfaat ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat nelayan.

Post Views: 9

Tags:

indonesiaKelestariannasionalPT Timah
Author

Aldiansyah Widiyanto

Follow Me
Other Articles
Previous

Penambangan Timah Diduga Ilegal di DAS Permis Dihentikan, Warga Sepakat Bongkar Peralatan

Next

PT Timah Catat Laba Bersih Rp2,71 Triliun, Produksi dan Penjualan Melonjak pada Semester I 2026

No Comment! Be the first one.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright 2026 — bangkadaily.com. All rights reserved. Blogsy WordPress Theme